Saturday, August 8, 2015

5 Mayat Ini Tidak bisa Membusuk


Incorruptibility adalah suatu kepercayaan bahwa Tuhan telah membuat mayat orang-orang tertentu (biasanya orang suci) secara aneh terhindar dari proses pembusukan alami setelah mereka mati sebagai tanda kesucian. Mayat-mayat yang tetap terlihat utuh setelah meninggaldunia ratusan tahun yang lalu ini biasanya disebut sebagai incorrupt atau incorruptible. Berikut daftar 5 mayat yang tidak membusuk.




1. Tollund Man

Tollund Man

Pada tanggal 6 Mei 1950, Viggo san Emil Hojgaard sedang mengumpulkan jerami di lahan gambut diluar dera Tollund ketika mereka menemukan sesosok mayat. Pada awalnya mereka mengira mayat itu baru saja menjadi korban pembunuhan karena mayat itu terlihat masih segar. Setelah mayat itu dibawa ke kantor polisi yang kemudian memanggil seorang pakar arkeologi untuk menentukan waktu kematiannya. Dari hasil penelitian tersebut, pakar arkeologi tersebut mengatakan bahwa mayat itu telah mati sejak kira-kira 2.000 tahun yang lalu.

Mayat yang hingga kini disebut sebagai Tollund Man itu di percayai adalah korban ritual persembahan manusia pada masa itu. Hal ini didasarkan pada posisi mayat itu ditemukan dan seutas tali yang melingkar di lehernya. Hingga kini masih terjadi perdebatan diantara para ahli dalam menentukan misteri bagaimana mayat tersebut tidak bisa membusuk.




2. Vincent de Paul

mayat Vincent de Paul

Terlihat di Gascony, Perancis, sebagai anak seorang petani, Vincent dikirim ke seminari pada usia ke 15 setelah orang tuanya menjual ternak untuk biaya. Pada tahun 1605 Vincent ditangkap oleh karyawan bajak laut ketika pergi ke Marseilles dengan kapal. Vincent kemudian dijual sebagai budal ke berbagai tempat hingga akhirnya sampai ke Instanbul, Turki. Di Instanbul, Vincent dibeli oleh Guillaume Gautier, seorang mantan pendeta dari Nice yang masuk Islam. Pada tahun 1607, Vincent berhasil kabur bersama isteri ketiga Gautier.

Setelah kembali ke Perancis, Vincent memulai kiprahnya dalam layanan keagamaan dengan mendirikan Dames de la Charite, sebuah kelompok amal para sosialita kaya Paris untuk mengumpulkan dana proyek misionaris, rumah sakit, korban perang dan pembebasan budak kulit hitam Afrika. Pada tanggal 27 September 1660, Vincent de Paul meninggal di Paris. Ketika kuburannya digali lagi 53 tahun kemudian, ternyata mayat Vincent de Paul tidak membusuk. Menurut saksi mata yang menyaksikan penggalian itu, mayat tersebut hanya mengalami sedikit kerusakan pada bagian mata dan hidung. Hingga dipajang di kapel Daughters of Charity, Paris.





3. Veronica Giulani

mayat Veronica Giuliani

Terlahir dengan nama Ursula Giuliani pada tanggal 27 Desember 1660, sejak usia 3 tahun Veronica Giuliani sudah menampakkan kasih sayangnya kepada orang-orang miskin. Tak segan Veronica kecil membagi makanan atau pakaiannya ketika bertemu anak-anak lain yang kelaparan.

Pada usia 17 tahun, Veronica mulai menjalani kehidupan di biara hingga 40 tahun kemudian. Sejak tahun 1694 hingga 1697 Veronica mengalami stigmata (tanda luka atau sensasi rasa sakit pada tubuh seseorang yang dipercaya berhubungan dengan luka Yesus ketika di salib, biasanya terdapat di telapak tangan, pergelangan tangan, kaki atau jidat.) Veronica meninggal dunia pada tanggal 9 juli 1727.





4. Bernadette Soubirous

mayat Bernadette Soubirous

Lahir pada tanggal 7 Januari 1844 di Lourder, Perancis dengan nama Marie Bernarde Soubirous, sejak muda mengaku melihat penampakan Bunda Maria. Meskipun awalnya dianggap mengada-ada, namun setelah beberapakali diselidiki, akhirnya pengakuan Soubirous diakui kebenarannya. Sejak saat itu, tempat dimana Soubirous mengaku didatangi Bunda Maria menjadi situs ziarah penganut Katolik dan disebut Our Lady of Loudes.

Pada tanggal 16 April 1879 salam usianya yang ke 35 tahun Soubirous meninggal dunia. Sejak kematiannya, rupanya kondisi mayat Soubirous tidak membusuk, padahal mayat tersebut telah digali sebanyak tiga kali. Penggalian mayat Soubirous terakhir kali dilakukan pada tahun 1925, saat itu kulit mayat nampak mengalami kerusakan. Kini setelah dilapisi dengan lapisan tipis lilin pada bagian wajah dan tangan, mayat tersebut di pajang di biara St. Gildard of Nevers.




5. Maria de Agreda

mayat Maria de Agreda

Maria Fernandez Coronel y Arana (1602-1665) adalah seorang biarawati yang dikenal juga sebagai seorang penulis. Sering disebut Ladi in Blue atau Blue Nun, Maria telah menulis banyak serial buku tentang Bunda Maria. Terlahir dalam keluarga Katolik yang religius, buku Maria paling terkenal adalah Mystical City of God yang terdiri dari 8 buku.

Dalam buku tersebut Maria menuliskan tentang penampakan Bunda Maria beserta kata-kata yang diucapkannya. Setelah meninggal dunia, Maria dikuburkan dalam peti mati yang disimpan di biara Agreda. Pada tahun 1909 peti mati tersebut dibuka dan saat itu baru diketahui bahwa mayatnya tidak membusuk. Tahun 1989 mayat itu diteliti lagi oleh seorang dokter Spanyol bernama Andreas Medina. Kepada para wartawan dokter tersebut mengaku heran ketika membandingkan kondisi mayat itu antara tahun 1909 dan 1989 yang sama sekali tidak membusuk. Kini mayat tersebut dipajang dalam sebuah peti kaca di biara Agreda









0 comments:

Post a Comment